Langkah Lara terhenti ketika seseorang memanggil namanya. “Lara….” Suara itu tidak asing. Ia menoleh, dan jantungnya seperti tersentak. Aiden berdiri beberapa langkah darinya, masih dengan sorot mata yang sama seperti terakhir kali mereka bertemu di Lake Como—hari ketika ia berlari kebingungan mencari Niko dan hampir kehilangan arah hidupnya. “A-Aiden … kamu di sini?” Aiden mengangguk pelan. Tatapannya turun, memperhatikan seragam pelayan yang dikenakan Lara. Ia tidak langsung bertanya, tapi diamnya sudah cukup berbicara. Jas hitamnya rapi, rambutnya tertata sempurna, kontras dengan Lara yang berdiri membawa nampan. “Aku diundang,” jawabnya tenang. “Tapi… aku tidak menyangka akan melihatmu seperti ini.” Lara tersenyum kecil. Senyum yang terlalu dipaksakan untuk terlihat wajar. “Ya…

