Bab 108

1724 Words

Udara Lake Como siang itu cerah, terlalu cerah untuk hati yang sedang berantakan. Lara melangkah tanpa benar-benar tahu arah. Dari vila ia turun ke jalan setapak yang mengarah ke tepi danau. Kerikil-kerikil kecil berderak di bawah sol sepatunya. Angin membawa aroma air dan dedaunan, sesekali menyibakkan rambutnya yang belum sepenuhnya kering. Tangannya tidak pernah lepas dari ponsel. Ia menekan nama Niko lagi. Nomor yang sama. Nada sambung yang sama sekali tidak terdengar. Tidak aktif. Ia menelan ludah, mencoba lagi beberapa menit kemudian, seolah-olah dengan cukup kesabaran dunia akan berubah pikiran. Namun layar itu tetap menampilkan jawaban yang dingin dan singkat. Lara berjalan menyusuri dermaga kecil, memandangi setiap perahu yang merapat. Ia memperhatikan wajah-wajah asing, be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD