Setelah mereka saling mengungkapkan perasaan, Nadine bisa merasakan sikap Keenan padanya mulai berubah. Kadang, rasa gengsi pria itu masih muncul, tetapi hanya sesekali saja dan justru, kini suaminya tersebut lebih sering menunjukkan kemesraan serta perhatian yang hangat. Nadine tahu, itu bukan tanpa alasan. Ia pernah menangkap bagaimana Keenan dengan tegas menyatakan tidak suka jika ia dekat dengan laki-laki lain, apalagi Daniel. Meski ia sempat berpikir, kenapa harus begitu sewaktu mendengar kekhawatiran Keenan. Tetapi, ia ingin meyakinkan suaminya, tanpa keraguan sedikit pun, bahwa ia tidak memiliki perasaan apa pun pada Daniel, atau pria lain. Yang ia cintai hanya Keenan, suaminya. Setelah dari toilet, mata Nadine terhenti pada dua petugas kebersihan yang sedang mengangkat meja kerja