Sexiest Man 16

1074 Words
"Samantha kamu ga boleh gitu. Sekarang Daniel sudah punya calon istri jadi kamu ga boleh manja gitu sama Daniel." Kata Melisa mengingatkan Samantha "Enggak. Pokoknya yang boleh sama Kak Daniel cuma Samantha aja ga boleh yang lain." Kata Samantha merengek "Udah ma biar Daniel aja yang urus. Samantha dengerin kakak. Kakak tahu kamu cuma cemburu karena kakak sudah punya calon istri dan kamu takut kalau kakak ga perhatian sama kamu lagi. Tapi kamu harus ngerti sekarang kamu udah dewasa dan kakak yakin di luar sana banyak cowok yang suka sama kamu. Jadi kakak harap kamu bisa mengerti kalau kakak sudah memilih Kak Sarah buat jadi istri kakak." Kata Daniel memberi pengertian pada Samantha "Sam ga mau. Kakak lupa sama janji kakak sama Sam kalau nanti Sam udah besar kakak akan jadi pengantin Sam. Tapi kenapa kakak ingkari janji kakak." Kata Samantha yang sudah menangis tersedu-sedu "Hahhh" Daniel benar-benar menyesal pernah berjanji seperti itu dulu. Tapi ia tahu itu hanya janji palsu belaka. Janji yang bagi Daniel tidak ada artinya tapi sepertinya Samantha menganggap itu serius. Apalagi dengan sifat manja Samantha pasti akan membuat repot Daniel pastinya. "Sam itu cuma janji kita waktu masih kecil. Dan sekarang semuanya sudah berubah. Kakak harap kamu ngerti. Selamanya kakak cuma anggap kamu seorang adik seperti Clara. Jadi kamu harus mengerti." Kata Daniel memberi pengertian lagi "Aku benci Kak Daniel." Kata Samantha pergi dari sana "Ma, aku antar Samantha pulang dulu. Bahaya kalau dia pulang sendiri. Babe kamu tunggu aku ya. Nanti aku antar kamu pulang." Kata Daniel yang sudah berlari mengejar Samantha Sarah hanya mengangguk ketika mendengar apa yang Daniel katakan. "Sayang maaf ya gara-gara ada Samantha acara malam ini jadi sedikit terganggu." Kata Ibu Melisa menyesal "Iya Bu ga papa kok. Sarah bisa mengerti." Kata Sarah sambil tersenyum "Sebenarnya Samantha itu anak tunggal dari keluarga Davin yang merupakan sahabat dari papanya Daniel. Dari kecil Samantha memang sudah sering berada disini karena terkadang kedua orangtuanya menitipkannya disini karena mereka harus pergi untuk urusan pekerjaan. Awalnya keberadaan Samantha di rumah ini disambut semua orang karena sifatnya yang ceria sehingga membuat suasana rumah jadi ramai. Tapi lama-lama mama ga suka dengan sifat manja dan sifat seenaknya sendiri. Apalagi ketika mama tahu jika Samantha suka dengan Daniel ia hampir setiap hari selalu manja dengan Daniel. Daniel pun tak berpikiran yang aneh-aneh karena ia memang menganggap Samantha seperti adiknya sendiri. Tapi setelah tahu jika Samantha suka pada Daniel maka Daniel pun menjaga jarak dengan Samantha." Kata ibu Melisa menjelaskan "Ga papa kok Bu. Sarah bisa mengerti. Mungkin Samantha hanya merasa kesepian karena tidak punya orang yang menyayanginya. Dan ketika Daniel memberi perhatian yang lebih ia jadi nyaman dan ingin memiliki Daniel." Kata Sarah mengerti "Makasih ya sayang kamu bisa mengerti. Ibu memang tidak salah pilih menantu. Ibu yakin kamu bisa menjadi pendamping yang tepat untuk Daniel. Dan ibu harap kamu ga pernah lelah buat selalu mengingatkan Daniel agar tidak sibuk bekerja." Kata Ibu Melisa senang "Iya Bu Sarah akan selalu mencoba seseorang yang bisa Daniel andalkan." Kata Sarah meyakinkan ibu Melisa "Oya satu lagi mulai sekarang paling mama jangan ibu. Karena mulai sekarang kamu adalah putri mama juga." Kata Melisa memeluk Sarah "Iya ma." Jawab Sarah yang tersenyum bahagia Perasaan Sarah benar-benar lega karena keluarga Daniel menerimanya dengan tangan terbuka. Apalagi sang mama begitu sangat menyayanginya dan itu membuat Sarah semakin yakin dengan keputusan yang ia ambil. "Dasar ya tuh rubah kecil udah tahu Daniel mau nikah masih aja suka memonopoli Daniel." Kata Vina emosi Saat ini Sarah dalam perjalanan menuju kosnya dengan diantar Vina dan Bang Danny. Karena Daniel tadi menelponnya tidak bisa mengantar Sarah pulang karena Samantha tak mau di tinggal. Jadi Daniel akan disana sebentar sampai Samantha tidur karena Daniel takut jika Samantha berbuat hal-hal yang membahayakan dirinya karena Daniel sudah hafal sifat Samantha. "Udah Vin ga papa kok. Daniel cuma khawatir aja. Udah ga usah dipikirin." Kata Sarah menenangkan sahabatnya itu "Kamu tuh Sar bisa-bisanya tenang kayak gitu. Kalau nanti rubah kecil itu menggoda Daniel gimana? Atau lebih parahnya ngerebut Daniel dari kamu gimana?" Kata Vina horor "Kenapa kamu yang sewot Sarah aja tenang-tenang aja." Kata Danny ikut dalam obrolan Vina dan Sarah "Kamu mau belain adik kamu lagi. Ih kakak sama adik sama aja. Sama-sama gan peka." Kata Vina sewot Sementara di kursi belakang Sarah hanya bisa tersenyum mendengar perdebatan rumah tangga antara Vina dan Bang Danny. Terkadang Sarah bingung dengan pasangan ini. Bang Danny bisa kuat menghadapi sikap Vina yang terkadang suka meledak-ledak. Mungkin disitulah letak kecocokan diantara mereka berdua hingga mereka bisa bertahan sampai sejauh ini. "Bang Danny makasih sudah anterin aku pulang. Makasih juga ya Vina sayang." Kata Sarah menggoda Vina yang masih marah Dasar. Ya udah buruan sana masuk. Ini udah malam." Kata Vina mengingatkan Sarah "Siap ibu Vina. Udah sana pulang. Kasihan Isabel udah tidur gitu." Kata Sarah sambil melirik ke arah Isabel yang sudah tertidur dalam gendongan Vina Tak berapa lama Vina pun sudah pergi dari kos Sarah. Dan Sarah pun bergegas masuk ke tempat kosnya. Sarah baru saja selesai mandi ketika ia mendengar suara hpnya berbunyi. Dan nama Daniel tertera disana. "Ya Niel." Jawab Sarah "Kamu udah sampai rumah? Maaf tadi ga bisa antar kamu pulang." kata Daniel menyesal "Udah sampai kok. Ini baru aja selesai mandi. Udah ga usah dipikirin. Yang penting aku sampai kos dengan selamat." Kata Sarah mencoba menghilangkan rasa khawatir Daniel "Ya udah kamu istirahat dulu. Ini aku mau balik ke apartemen. Night baby love you." Kata Daniel di seberang telepon "Hati-hati di jalan jangan ngebut. Love you too." Kata Sarah mengingatkan Daniel Sambungan telepon pun terputus dan Sarah memutuskan untuk tidur karena hari ini ia benar-benar lelah. Semoga saja besok akan jauh lebih baik lagi. Semoga saja dengan adanya Samantha tidak membuat hubungannya dengan Daniel bermasalah. Sementara itu di sebuah kamar tampak seorang gadis sedang melihat ke arah luar jendela kamarnya. Ia sedang melihat laki-laki yang ia cintai baru saja pergi dari rumahnya. Tadi ia sengaja pura-pura tidur karena ia marah dengan laki-laki itu. Setelah sekian lama mereka tak bertemu lagi tiba-tiba ia mendengar kabar jika laki-laki yang ia cintai akan menikah dengan perempuan lain. Padahal laki-laki itu tahu jika ia sudah sering mengutarakan perasaan cintai kepada laki-laki itu tapi jawaban laki-laki itu tetap sama. Ia selalu menganggap dirinya hanya adik saja tidak lebih dan itu membuat dirinya marah. Apalagi ketika ia melihat wanita yang menjadi calon istri laki-laki yang ia cintai ada di rumah laki-laki itu. Dan terlihat wanita sangat dekat dengan keluarga laki-laki yang ia cintai. "Kak Daniel selamanya kakak cuma punya aku. Aku ga akan biarin wanita manapun memiliki kakak. Jika perlu aku akan singkirkan wanita itu seperti wanita-wanita lain yang sering menggoda kakak." Kata Samantha penuh amarah Happy reading
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD