Sexiest Man 15

1172 Words
Di sebuah mobil tampak seorang laki-laki tampan sedang menunggu seseorang. Sudah 10 menit laki-laki itu menunggu di dalam mobil dan orang yang ia tunggu tak kunjung datang. Tak lama orang yang ia tunggu berjalan ke arah mobilnya dengan wajah yang terlihat sangat cantik. "Maaf lama ya?" Kata Sarah ketika masuk mobil "Babe kamu pakai make up ya?" Tanya Daniel melihat tampilan Sarah yang berbeda "Iya tadi aku sedikit memakai make up. Gimana aneh ga? Atau make up aku berlebihan?" Tanya Sarah balik "Kamu selalu cantik babe pakai ataupun tanpa make up." Kata Daniel memuji kekasihnya itu "Hahhhh. Untung deh. Niel aku deg-degan banget mau ketemu keluarga kamu. Kira-kira mereka nerima aku ga ya?" Tanya Sarah khawatir "Babe kamu tenang aja. Mereka pasti suka sama kamu. Kamu tetap jadi Sarah yang kayak biasa aja. Pasti keluargaku pasti akan suka sama kamu." Kata Daniel mengecup tangan Sarah "Ok. Semoga aja. Good luck for us." Kata Sarah menyemangati dirinya sendiri Daniel yang berada di samping Sarah hanya bisa tersenyum melihat wajah gugup dari Sarah. Padahal sebelumnya ia sudah mengenal sang mama dan Daniel melihat mereka sudah sangat akrab. Tapi kenapa sekarang Sarah jadi gugup gini mau ketemu sama keluarga Daniel. Daniel pun segera menjalankan mobilnya menuju rumahnya. Karena tadi sang mama sudah meneleponnya untuk langsung pulang setelah selesai bekerja. Sementara itu Sarah terus menguatkan dirinya untuk bertemu dengan keluarga Daniel. Walaupun ia sudah kenal ibu Melisa tapi tetap saja konteksnya berbeda. Dulu ia sering bertemu dengan Bu Melisa sebagai relawan di acara bakti sosial yang diadakan bersama ibu Melisa dan sekarang ia bertemu dengan Bu Melisa dengan status calon istri putranya. Jadi tentu saja Sarah gugup untuk bertemu dengan Bu Melisa. Ia takut latar belakang keluarga yang jauh berbeda akan menghambat hubungannya dengan Daniel. Sesekali Daniel melirik ke samping tampak Sarah terlihat sangat gugup. Daniel pun menggenggam tangan Sarah untuk mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik aja. Sarah yang menyadari maksud dari Daniel pun menggenggam tangan Daniel balik. Sarah begitu kagum ketika memasuki rumah milik keluarga Willson yang bak istana. Dengan halaman yang luas serta asri menambah kesan mewah bagi siapin yang melihatnya. "Yuk turun." Kata Daniel setelah memarkirkan mobilnya Sarah pun turun tapi sebelum ia masuk ia menarik tangan Daniel. "Niel gimana penampilan aku? Ga ada yang aneh kan?" Tanya Sarah lagi "Cuppp" Daniel mencium bibir Sarah untuk meyakinkan gadisnya kalau dia sudah sangat cantik malam ini. "Kamu selalu cantik babe. Udah yuk masuk. Mama udah nunggu di dalam." Kata Daniel kembali mengajak Sarah masuk Sarah pun mengikuti arah langkah Daniel masuk dan di depan pintu masuk ada seorang laki-laki yang sudah berumur seperti menunggu kedatangan Daniel. "Selamat malam tuan muda." Kata laki-laki itu memberi hormat "Malam Pak Adi." Jawab Daniel sopan "Saya senang tuan muda bisa kembali ke rumah ini lagi. Sejak tuan muda memutuskan untuk pindah ke apartemen rumah menjadi sepi. Apalagi Tuan Danny juga memutuskan untuk tinggal sendiri di rumahnya. Jadi hanya tinggal nyonya, tuan, dan nona Clara." Kata laki-laki bernama Pak Adi itu "Iya pak. Iya pak kenalin ini calon istri Daniel. Babe kenalin ini Pak Adi beliau adalah kepala rumah tangga di kediaman keluarga Willson. Jadi beliau yang mengurus semua hal yang berhubungan dengan kebutuhan rumah." Kata Daniel memperkenalkan diri "Selamat malam Pak Adi. Perkenalkan nama saya Sarah Wicaksana." Kata Sarah memperkenalkan diri "Malam nona Sarah. Saya tahu nona siapa karena nyonya sudah memberitahukan ke semua orang di rumah ini jika malam ini akan ada calon istri tuan muda Daniel akan datang." Kata Pak Adi "Wah ternyata mama masih sama kayak biasanya. Siapa saja yang udah datang Pak?" Tanya Daniel "Di dalam sudah ada tuan muda Danny dan nona Vina serta nona Clara dan tuan muda Alan." Kata Pak Adi "Ok Pak Adi. Aku masuk dulu." Jawab Daniel Daniel dan Sarah pun segera masuk ke dalam rumah. Dan lagi-lagi Sarah kagum dengan isteri-isteri rumah yang begitu indah. Dan Sarah secara terang-terangan menyukai suasana rumah yang terasa Asri dan nyaman. "Sarah." Teriak seorang dari arah dalam Sarah yang mendengar dari dalam melihat wanita yang sangat ia kenal berdiri di samping laki-laki tampan yang mirip dengan laki-laki disampingnya sedang menggendong putri kecilnya yang lucu. "Ya ampun akhirnya kita akan jadi saudara beneran. Aku senang banget deh." Kata Vina senang "Jadi selama ini kita ga punya ikatan saudara yang sebenarnya?" Tanya Sarah dengan mimik yang dibuat sedih "Ya engga gitu. Maksudnya secara official Bena jadi saudara yang sebenarnya. Intinya aku senang banget ngelihat sahabat aku ga galau galau lagi. Dan yang pasti sahabat aku terlhlihat sangat bahagia." Kata Vina ikut bahagia Sarah pun memeluk sahabatnya itu. Dan tak terasa matanya berkaca-kaca karena berkat Vina ia bisa bertemu dengan Daniel. "Dan ingat adik ipar kalau kamu sampai buat sahabat aku sedih maka kamu akan berurusan dengan aku." Kata Vina mengancam "Siap kakak ipar." Kata Daniel meledek "Kok pada disini semua sih. Mama udah nunggu di meja makan loh." Kata ibu Melisa yang tiba-tiba berjalan ke arah mereka "Iya ma maaf. Vina lagi nyambut Sarah kok sekalian ngasih selamat." Kata Vina "Daniel ajak Sarah masuk dan kita makan malam bersama." Kata Melisa "Iya ma." Jawab Daniel Daniel pun segera mengajak Sarah ke meja makan. Sesampainya di meja makan sudah ada sang papa dan juga Clara serta tunangannya Alan. "Hai pa." Sapa Daniel "Hi Son." Jawab sang papa sambil memeluk putra keduanya "Kak Daniel." Kata Clara langsung memeluk kakaknya "Gimana kabar kamu? Semuanya baik-baik saja?" Tanya Daniel "Aku baik-baik aja. Jadi ini calon istri kakak. Akhirnya kakak benar-benar nikah juga. Jadi aku juga bisa nikah tahun depan sama Alan." Kata Clara senang "Iya makanya kakak bawa Sarah kesini. Oya babe kenalin ini Clara adik aku dan ini Alan tunangannya." Kata Daniel memperkenalkan Clara dan Alan "Halo saya Sarah Wicaksana." Kata Sarah memperkenalkan diri "Ooooo jadi ini cewek yang berhasil membuat Kak Daniel akhirnya mau nikah juga. Kak Sarah harus siap mental menghadapi sifat Kak Daniel yang terkadang suka absurb." Kata Clara mengingatkan "Kalau soal itu aku juga tahu. Dan kamu tenang aja aku udah bisa sedikit mengatasinya." Kata Sarah merespon ucapan Clara "Hahaha" Clara tertawa mendengar jawaban dari calon kakak iparnya ini. Dan ia suka dengan calon kakak iparnya ini. Sifatnya jauh berbeda dari Kak Vina tapi sepertinya Kak Sarah orangnya asyik juga. "Udah udah nanti aja ngobrolnya sekarang kita makan dulu." Kata Melisa menyuruh semuanya untuk makan "Jadi gimana rencana kalian selanjutnya." Tanya George Willson "Jadi aku dan Sarah udah memutuskan untuk melakukan acara pernikahan 3- 6 bulan ke depan. Kita tahu kita baru saja kenal jadi kita ingin lebih kenal satu sama lain. Apalagi aku sekarang sedang focus sama pembangunan hotel dan resort di Lombok. Jadi setelah project itu selesai aku dan Sarah akan menikah." Kata Daniel menjelaskan "Kenapa kalian ga nikah sekarang. Mama udah ga sabar kalau Sarah jadi menantu mama." Kata Melisa memohon "Ayolah ma cuma nunggu beberapa bulan lagi kan?" Pinta Daniel "Sayang kita harus hargai keputusan mereka. Kalau mereka sudah memutuskan seperti itu makan kita harus mendukung keputusan itu." Kata George Willson bijak "Ok. Aku setuju." Kata Melisa setuju Ketika sedang asyik mengobrol tiba-tiba ada suara seorang gadis menginterupsi mereka. "Kak Daniel apa benar Kakak mau menikah?" Tanya gadis itu dengan wajah yang sudah berkaca-kaca "Iya Samantha kakak akan menikah. Kenalin ini calon istri kakak namanya Sarah." Kata Daniel memperkenalkan Sarah "Sam ga mau. Pokoknya Kak Daniel harus nikah sama aku." Rengek gadis bernama Samantha Dan gadis bernama Samantha itu sudah menangis sambil memeluk Daniel tanpa menghiraukan Sarah ada disana. Happy reading
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD