22. Ke Puncak

1561 Words

“Tidak. Terima kasih,” ucap Mara. Ia tak mau kejadian kemarin kembali terulang. “Kau yakin?” “Ya. Sangat yakin. Sebaiknya segera pergi dari sini dan cepat tidur. Besok jangan sampai terlambat,” jawab Mara dengan wajah datar. Ia lalu berbaring membelakangi Saga dan menarik selimut hingga bahu. Saga bergeming, tetap berdiri menatap Mara yang membelakanginya. “Kau yakin akan pergi?” Mara menghela napas lalu menoleh ke belakang, menatap Saga dengan wajah malas. “Tentu saja. Aku sudah tanda tangan kontrak.” “Kau lupa kata dokter kau tidak boleh kecapean?” “Maka dari itu biarkan aku istirahat dan pergilah,” kata Mara sebelum akhirnya kembali memunggungi Saga. Apapun yang Saga katakan lagi, ia tak akan menoleh atau menjawabnya. Tangan Saga mengepal di sisi tubuhnya. Namun, pada akhi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD