Bab 15

1157 Words

Nina menyandarkan punggung ke kursi. Ia memijat tengkuknya pelan. Ia tidak suka arah pikirannya belakangan ini. Terlalu banyak celah. Terlalu banyak momen kecil yang seharusnya bisa diabaikan, tapi entah kenapa justru tertinggal. Menjelang siang, Nina harus menghadiri rapat gabungan dengan Diaskara Group. Ruangan rapat besar itu sudah terisi hampir penuh ketika ia masuk. Arya duduk di ujung meja, berbicara dengan beberapa direksi. Saat melihat Nina, Arya mengangguk singkat, ekspresinya sama seperti biasanya—tenang, terkendali. Rapat berlangsung panjang. Banyak perbedaan pendapat, banyak tarik-ulur kepentingan. Nina beberapa kali menyela, memberi argumen tajam. Arya menanggapi dengan nada yang sama dinginnya. Namun anehnya, setiap kali Nina berbicara, Arya selalu memberi ruang. Tidak memo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD