Bab 16

1147 Words

Keesokan paginya, Nina terbangun dengan perasaan asing. Ia menatap langit-langit kamarnya beberapa detik, mencoba menyesuaikan diri, sebelum akhirnya menyadari satu hal ganjil—ia sudah berada di kamarnya sendiri. Alisnya mengernyit. Ia sama sekali tidak ingat kapan atau bagaimana bisa sampai di sana. Begitu melirik jam di nakas, matanya langsung membulat. Pukul setengah enam. “Nggak mungkin…” gumamnya. Nina buru-buru bangkit dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selama air mengalir, kepalanya terus dipenuhi tanda tanya. Ia tak ingat tidur jam berapa semalam. Bahkan ingatan tentang makan malam pun kosong sama sekali, seolah ada bagian waktu yang terhapus begitu saja. Beberapa saat kemudian, ia sudah rapi dengan seragam kantornya. Dengan langkah cepat, Nina

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD