Bab 17

1263 Words

“Wajah kamu kenapa?” tanya Nina begitu pintu ruangannya tertutup. Tomi refleks mengalihkan pandangan. Tangannya terangkat, menyentuh sudut bibirnya yang masih sedikit bengkak. “Oh, ini? Nggak kenapa-kenapa. Cuma jatuh aja.” Nina mendengus pelan. “Jatuh gimana?” Ia menatapnya tanpa berkedip. “Jatuh masa sampai lebam gitu? Ini kelihatan kayak habis dikroyok. Jawab jujur, kamu kenapa?” Tomi menggeleng cepat. “Nggak ada apa-apa, Nin. Serius. Aku baik-baik aja. Cuma nggak sengaja jatuh.” Kerutan di dahi Nina makin dalam. Ia melangkah mendekat, lalu tanpa sungkan mengangkat dagu Tomi agar pria itu menatapnya. Pandangannya menyapu wajah Tomi dengan teliti. “Ini nggak masuk akal,” gumam Nina. Tomi segera memalingkan wajah. “Udah, deh. Nggak usah mikir yang aneh-aneh.” Namun Nina tidak langs

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD