Bab 18

1046 Words

“Wajah kamu…” Nina terhenti di tengah ucapannya. Raut terkejut jelas tergambar saat matanya menangkap luka-luka di wajah Arya. Ingatannya seketika melayang pada ucapan Mama, lalu beralih pada wajah Tomi yang ia lihat sebelumnya. Polanya terasa ganjil. Hanya saja, lebam di wajah Arya tidak separah milik Tomi—lebih samar, namun tetap cukup jelas untuk menimbulkan tanda tanya. “I-ini…” Arya refleks menyentuh pipinya sendiri, seolah baru menyadari bekas itu ada di sana. “Aku nggak sengaja jatuh dari tangga tadi malam,” ujarnya buru-buru, terlalu cepat, seakan takut Nina bertanya lebih jauh. “Tapi sekarang sudah nggak apa-apa kok. Sudah aman,” lanjutnya sambil tersenyum gugup, senyum yang lebih mirip usaha menenangkan daripada benar-benar santai. Nina menatapnya beberapa detik. Jawaban itu je

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD