“Woy, kenapa lu?” tanya salah satu teman Bima yang mampu menyadarkan dari lamunannya. ”Engga. Gue masih penasaran aja sama orang yang di kantin tadi. Dia siapa ya?” ”Jangan bilang mau lu jadiin mangsa lagi,” ledek temannya sambil tertawa. Seolah sudah sangat hatam dengan apa yang akan dilakukan oleh Bima kepada setiap perempuan yang baru dia kenalnya. ”Engga lah. Mana level sama cewek kaya dia. Gue cuma pansaran aja kok ada ya cewek aneh kaya dia yang berani nyamperin gue di tengah keramaian kantin. Emangnya dia ga tau apa kalo gue ini cowok tampan yang pastinya banyak disukai Perempuan cantik,” jawab Bima dengan percaya dirinya. “Yehh. Awas aja lu nanti tiba-tiba jatuh cinta sama tuh cewek.” ”Ga akan.” Sedangkan di kelas yang berbeda Aurora masih terduduk diam. Otaknya masih terus b

