Bab 02

915 Words
Ceklek Cahaya membuka pintu dan terlihatlah Naufal yang sedang berbaring di atas kasur sembari memainkan ponsel. Naufal melirik sekilas ke arah istrinya ketika Cahaya menutup pintu kamar. “Ngapain masuk di sini?” tanya Naufal Deg Tubuh Cahaya mematung di tempat dengan posisi membelakangi suaminya. Ia bahkan masih memegang knop pintu dengan jantung berdetak cepat. Sepertinya ia salah karena telah masuk ke dalam kamar Naufal. Perlahan Cahaya memutar tubuhnya menghadap ke arah Naufal. Ia menunduk takut karena tatapan laki-laki itu tertuju ke arahnya. Cahaya memainkan jemarinya bingung harus melakukan apa. “Maaf!” ucap Cahaya dengan nada takut-takut. Naufal melempar ponselnya begitu saja ke atas kasur lalu menghampiri Cahaya yang masih berdiri di dekat pintu. Jantung Cahaya berdetak cepat ketika melihat Naufal mendekat ke arahnya. Naufal berdiri tepat di hadapan Cahaya dengan tatapan dingin. “Siapa yang menyuruhmu masuk?” tanyanya “Mama, kak!” “Huhh,,” Naufal menghela nafas kasar setelah mendengar jawaban istrinya. Kata Mama yang keluar dari mulut Cahaya membuatnya tidak bisa berkutik. Tanpa mengatakan apapun Naufal melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Terserah apa yang ingin orang tuanya lakukan, asalkan ia masih tercatat sebagai ahli waris satu-satunya kekayaan keluarganya. Cahaya menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup rapat. “Huhh,,” Cahaya menghela nafas lega setelah melihat suaminya masuk ke dalam kamar mandi. Hampir saja jantungnya lepas dari tempatnya. “Astagfirullah’haladzim.” gumam Cahaya “Apa yang harus aku lakukan setelah ini?” Tatapan Cahaya tertuju ke arah cermin besar yang ada di sudut kamar suaminya. Ia mendekat ke arah cermin tersebut untuk melepas assesoris yang melekat di tubuhnya. Cahaya duduk di kursi yang berada tepat di depan cermin besar tersebut. Ia tersenyum kecil menatap wajah cantiknya dari pantulan cermin. Ia tidak menyangka jika dirinya telah resmin menjadi istri seseorang. “Ya Allah, apapun takdir yang telah Engkau tentukan Cahaya akan menerimanya dengan ikhlas. Tapi apapun itu semoga Engkau memberikan yang terbaik untuk Cahaya ke depannya nanti.” gumamnya Cahaya ikhlas menerima pernikahannya dengan Naufal meskipun laki-laki itu terlihat sangat membencinya. Ia tidak mempunyai pilihan lain. Selagi orang tuanya merasa bahagia ia pasti akan melakukannya dengan ikhlas. “Huft,” “Nggak papa, Cahaya. Baru permulaan dan kamu tidak boleh banyak mengeluh.” “Kamu harus yakin ada takdir indah di depan sana yang sudah menanti kamu, hanya saja waktunya belum tepat untuk kamu merasakan keindahan tersebut.” gumam Cahaya Cahaya tetap berhusnudzon atas takdir yang telah Allah siapkan untuknya. Allah tidak akan menempatkan di posisinya sekarang jika tidak ada maksud lain dari Yang Maha Kuasa. Terbitlah pelangi setelah adanya badai! Cahaya melanjutkan untuk melepas assesoris yang melekat di tubuhnya tanpa berpikir macam-macam. Ia ingin segera mandi lalu mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah. Cahaya terlihat kesulitan ketika ingin melepas assesoris tersebut, ia membutuhkan bantuan saat ini. “Awss,” ringis Cahaya Tidak sengaja jari telunjuknya terkena jarum membuat jarinya sedikit mengeluarkan darah. “Awss, ceroboh banget sih aku!” gumamnya Cahaya mengedarkan pandangannya ke arah sekeliling kamar Naufal untuk mencari keberadaan kotak p3k. Ia ingin mengobati jarinya yang terluka. “Ada nggak ya kotak p3k nya?” Cahaya berdiri berniat mencari kotak p3k, dan tidak lama pintu kamar mandi terbuka namun hal tersebut tidak disadari olehnya. Terlihatlah Naufal dengan kondisi tubuh yang lebih segar dari sebelumnya. Naufal menautkan kedua alisnya ketika melihat Cahaya mondar-mandir seperti mencari sesuatu. Langkah tegapnya menuju ke arah perempuan itu tanpa di sadari oleh Cahaya. Naufal berdiri tepat di belakang tubuh istrinya sembari menggosok rambutnya yang basah dengan handuk. “Cari apa?” tanya Naufal “Astagfirullah.” Cahaya terlonjak kaget karena tiba-tiba mendengar suara seseorang dari belakang tubuhnya. Cahaya berbalik badan dan ia lebih terkejut karena tubuh Naufal begitu dekat dengannya. Reflek Cahaya mundur beberapa langkah agar tubuh mereka tidak begitu dekat, namun karena masih shock membuat tubuh Cahaya tidak seimbang. “Aakkhhh,,” pekik Cahaya Reflek Naufal menarik tangan Cahaya agar tubuh perempuan itu tidak terjatuh. Namun Dewi Fortuna sepertinya sedang berpihak pada mereka. Tubuh keduanya tidak seimbang, dan… Brugh “Aarrgghh,,” pekik Naufal dan Cahaya Tubuh Cahaya menimpa tubuh suaminya karena Naufal tidak bisa menahan keseimbangan tubuh keduanya. Keduanya saling menatap dengan jarak wajah yang begitu dekat, bahkan Cahaya dan Naufal bisa merasakan hembusan nafas masing-masing. “Ya Allah, apa lagi ini?” batin Cahaya berucap “s**t! Kenapa jadi seperti ini?” batin Naufal berucap Tidak ada yang memutus kontak mata terlebih dulu. Keduanya saling menikmati keindahan mata pasangan masing-masing. Kedua tangan Cahaya bertumpu di d**a bidang suaminya, ia tidak menyadari jika Naufal saat ini belum memakai baju. Jantung Naufal tiba-tiba berdebar kencang, entah karena apa. “Cantik!” gumamnya tanpa sadar Deg Meskipun suara Naufal terdengar pelan namun Cahaya masih bisa mendengarnya dengan jelas. “S-siapa, kak?” tanyanya dengan nada gugup “Kamu!” Blush Semburat merah seketika muncul di kedua pipi Cahaya. Entah dalam keadaan sadar atau tidak ketika Naufal mengatakan hal tersebut, namun yang pasti hatinya berbunga-bunga setelah mendengar perkataan suaminya barusan. “Cahaya cantik, kak?” “Iya, cantik.” “Kak Naufal juga tampan!” ujar Cahaya “Oh, ya?” “Iya. Bahkan laki-laki pertama yang menyentuh Cahaya setelah Ayah.” Dan setelah itu Naufal langsung tersadar dengan perkataan Cahaya. Ia mendorong tubuh Cahaya memembuat tubuh perempuan itu terguling ke samping. Brugh "Awss," ringis Cahaya "Sialan! Berani-beraninya kamu menggunakan kesempatan dalam kesempitan." ujar Naufal dengan tatapan tajam Naufal langsung berdiri dan menjauh dari Cahaya. Ia menggosok tubuhnya berulang kali seolah merasa jijik karena telah bersentuhan dengan perempuan itu. .....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD