Bab 22

1200 Words

Rumah sakit “Bagaimana kondisi menantu saya, dok?” tanya Kirana dengan tidak sabaran Bukannya menjelaskan dokter tersebut justru tersenyum membuat Kirana menautkan kedua alisnya bingung. “Dokter kenapa tersenyum? Saya tidak sedang bercanda, dok.” “Ekhm, maaf, Bu!” “Apa Bapak dan Ibu tidak mengetahuinya?” tanya dokter tersebut Arkana dan Kirana semakin bingung mendengar perkataan dokter tersebut. Apa maksudnya? Kirana terlihat kesal karena dokter tersebut terlalu bertele-tele menurutnya, apalagi beliau sedang khawatir sekaligus takut terjadi sesuatu dengan Cahaya. “Bisa tidak dokter menjelaskan langsung apa yang terjadi dengan menantu saya! Jangan mempertanyakan sesuatu yang tidak kami ketahui. Kami bukan dokter.” “Sabar, Ma!” tegur Arkana “Dokter ini yang memancing kesabaran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD