Satu bulan kemudian. Hari demi hari hubungan rumah tangga Cahaya dengan Naufal semakin renggang, bahkan Zaskiya masih tinggal satu atap dengan mereka. Rasanya Cahaya ingin menyerah namun ada buah hati yang harus ia perjuangkan hak’nya. Ia tidak ingin buah hatinya tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang Ayah. Cahaya duduk di kursi yang berada di ruang makan sembari mengelus perutnya. Sejak beberapa hari yang lalu nafsu makannya berkurang, hal itu membuat tubuhnya lemas. “Sayang, kamu baik-baik saja kan di dalam Jangan rewel, ya.” gumam Cahaya “Huhh,” Cahaya menghela nafas kasar Baru saja Cahaya memejamkan mata tiba-tiba perutnya terasa mual. “Huek,” Cahaya menutup mulutnya “Huek,” Cahaya berlari ke arah wastafel lalu memuntahkan isi perutnya. “Huek,” Semua nasi yang baru

