Bab 04

1020 Words
Keesokan harinya. Setelah pertengkarannya dengan Naufal kemarin laki-laki itu tidak pulang ke Apartemen. Naufal pergi bersama kekasihnya meninggalkan Cahaya sendirian. Semalaman tidak pulang membuat Cahaya merasa khawatir meskipun Naufal telah melukai hatinya. “Kamu ke mana, kak? Kenapa sampai pagi ini Kak Naufal belum pulang?” gumamnya Semalaman Cahaya menunggu kepulangan suaminya, namun Naufal tidak kunjung pulang. Naufal bersenang-senang bersama kekasihnya, Zaskiya. Bohong jika Cahaya tidak terluka melihat suaminya bermesraan dengan perempuan lain, apalagi tepat di hadapannya. Cahaya memegang dadanya yang terasa sesak. “Ya Allah, kenapa sesakit ini?” lirihnya “Pulanglah, kak! Di sini Cahaya menunggu kepulangan Kak Naufal.” Di sisi lain, terlihat pasangan kekasih sedang tidur dengan posisi saling memeluk. Mereka adalah Naufal dan Zaskiya! Naufal bermalam dengan kekasihnya di sebuah hotel ternama yang ada di Pusat Kota. Ia lebih memilih bermalam dengan perempuan lain daripada istrinya. “Enghh,” lenguh Zaskiya Bola mata Zaskiya perlahan bergerak pertanda perempuan itu akan terbangun. Ia tersenyum ketika membuka mata wajah tampan Naufal yang pertama kali ia lihat. Meskipun Naufal sudah menikah tetap dirinya yang mengisi hati laki-laki itu. Zaskiya mengelus pipi Naufal dengan lembut membuat laki-laki itu merasa terganggu. “Enghh,” lenguh Naufal Cup Zaskiya mencium bibir Naufal membuat dia perlahan membuka mata. Seketika tatapannya bertemu dengan mata indah milik kekasihnya. “Pagi, sayang!” ucap Zaskiya sembari tersenyum manis “Pagi!” “Udah lama bangunnya?” tanya Naufal “Baru aja.” Naufal menarik tubuh Zaskiya untuk lebih dekat dengannya. Ia semakin mengeratkan pelukannya, bahkan menenggelamkan wajahnya di d**a perempuan itu. Zaskiya mengambil ponsel lalu mengambil foto mereka berdua menggunakan ponsel Naufal. Ia mencari contac nama Cahaya dan langsung mengiriman foto tersebut pada perempuan itu. Zaskiya tersenyum smirk ketika foto itu terkirim dengan sempurna. “Bangun, yuk! Kita bersih-bersih!” ujar Zaskiya “Mandi berdua?” Zaskiya terkekeh geli mendengar perkataan Naufal. “Boleh!” jawaban Zaskiya membuat Naufal tersenyum manis. Tanpa menunggu lama Naufal langsung menegakkan tubuhnya lalu menggendong Zaskiya ala bridal style, membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Keduanya terlihat begitu bahagia tanpa memikirkan perasaan Cahaya yang saat ini sedang khawatir memikirkan suaminya. *** Ting tong Bel Apartemen tiba-tiba berbunyi, hal itu membuat Cahaya berpikrir jika Naufal sudah pulang. Dengan langkah terburu-buru sembari tersenyum Cahaya membuka pintu, tapi ternyata… Harapan Cahaya tidak sesuai dengan kenyataan. Ternyata yang menekan bel Apartemen bukanlah Naufal, melainkan dua orang laki-laki yang tidak ia kenal. “Kalian siapa?” tanya Cahaya Kedua laki-laki itu menatap penampilan Cahaya dari ata sampai bawah lalu mereka saling menatap satu sama lain. “Justru saya yang seharusnya bertanya seperti itu, kamu siapa?” tanya salah satu dari mereka “Ki, kita nggak salah Apart kan?” tanya Rifki sembari menatap sekitar karena takut salah. “Enggak. Kita sudah benar.” ujar Zaki Rifki dan Zaki bertanya-tanya sejak kapan Naufal menyimpan perempuan dengan penampilan tertutup seperti Cahaya? Lalu bagaimana dengan Zaskiya? Apa selera temannya itu sudah berubah? Banyak pertanyaan di kepalanya namun mereka harus menahan diri untuk tidak bertanya pada Cahaya. “Di mana Naufal?” tanya Zaki Cahaya menggelengkan kepalanya tidak tahu, hal tersebut membuat Zaki dan Rifki menautkan kedua alisnya. “Apa maksud kamu?” tanya Rifki “Ini benar Apartemennya Naufal, kan?” “I-iya, benar.” “Lalu kamu siapa? Dan kenapa bisa ada di Apartemen Naufal?” Cahaya menunduk takut karena tatapan tajam dari kedua laki-laki itu. Tidak mungkin ia menjelaskan pada mereka tentang statusnya dengan Naufal. Sepertinya mereka teman dekat Naufal. “Kok diam? Kami bertanya sama kamu.” ujar Zaki “M-maaf, saya…” “Ah, lama!” tanpa menunggu jawaban Cahaya, Rifki tiba-tiba masuk ke dalam dan disusul oleh Zaki. “NAUFAL, LO DI MANA?” teriak Rifki “—“ “NAUFAL!” “Sepertinya dia tidak ada di Apart.” ujar Zaki “Tapi kenapa ada perempuan di sini? Dan siapa dia?” “Apa lo lupa siapa Naufal? Kapanpun dia bisa membawa perempuan selagi dia menginginkan.” “Gue tahu, tapi perempuan ini…” Rifki tidak melanjutkan perkataannya, dan hal tersebut langsung dimengerti oleh Zaki. “Lupakan saja hal itu!” ujar Zaki Cahaya berdiri sedikit jauh dari kedua laki-laki itu agar tidak menimbulkan fitnah. Bahkan sedari tadi ia memainkan jemarinya karena gugup sekaligus takut secara bersamaan. “Em.. apa kalian temannya Kak Naufal?” tanya Cahaya dengan hati-hati “Hm, memangnya kamu siapa?” tanya Rifki masih dengan rasa penasaran “Aku bukan siapa-siapanya.” “Ck, di mana Naufal sekarang?” “Aku juga nggak tahu. Semalaman Kak Naufal tidak pulang, dia pergi bersama seorang perempuan.” “PEREMPUAN?” ujar Zaki dan Rifki bersamaan Zaki dan Rifki yakin perempuan yang dimaksud Cahaya adalah Zaskiya, tapi kenapa ada perempuan lain di Apartemen Naufal? Pertanyaan yang belum menemukan jawabannya. “Sebentar, gue akan hubungi Naufal!” ujar Rifki Cahaya tersenyum mendengar perkataan Rifki. Akhirnya ada seseorang yang membantunya untuk mengetahui keberadaan Naufal. “Gimana?” tanya Zaki Rifki menggeleng pelan. “Nggak ada jawaban.” “Coba pakai ponsel kamu!” ujar Rifki pada Cahaya Cahaya menunduk menatap ponselnya. Ia tidak yakin Naufal akan mengangkat telepon itu jika melalui ponselnya. “Tapi…” “Boleh apa nggak?” “B-boleh!” jawab Cahaya dengan nada gugup Cahaya memberikan ponselnya pada Rifki. Ketika membuka ponsel Cahaya ada sebuah pesan masuk dari Naufal, ia melirik sekilas ke arah perempuan itu tanpa disadari olehnya. Tanpa izin pada Cahaya terlebih dulu ia langsung membuka foto tersebut. Rifki dan Zaki saling menatap setelah membuka foto tersebut. Dengan cepat Rifki menghapus foto tersebut dari room chat. Tanpa mengatakan apapun ia mengembalikan ponsel Cahaya ke pemiliknya. Mereka tahu di mana Naufal berada saat ini. “Kita permisi!” ujar Zaki dan Rifki bersamaan “Tapi…” Tanpa menunggu perkataan Cahaya mereka langsung keluar dari Apartemen Naufal. Rifki dan Zaki akan menuju hotel tempat di mana Naufal dan Zaskiya berada saat ini. Kepergian Zaki dan Rifki menjadi pertanyaan besar bagi Cahaya. “Mereka kenapa tiba-tiba pergi?” gumamnya Cahaya merasa ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Ia tetap berpikir positif meskipun hatinya berkata lain. “Segeralah pulang, kak! Cahaya di sini menunggu kepulangan Kak Naufal.” gumamnya ~•~
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD