Bab 06

1009 Words
d**a Cahaya terasa sesak mendengar nama perempuan yang disebut suaminya. Bahkan di saat bersama istrinya Naufal justru menyebut nama perempuan lain. Setetes air mata membasahi pipi Cahaya. Ia tidak pernah menyangka perbuatan Naufal seburuk ini. “Kak, lepasin Cahaya!” ucapnya dengan suara bergetar “Sstt.. kita akan bersenang-senang malam ini.” ujar Naufal Karena kesal dengan perkataan Naufal sekuat tenaga Cahaya menarik kedua tangannya agar bisa terlepas dari laki-laki itu. Dan, berhasil. Cahaya mendorong tubuh Naufal sekuat mungkin sampai membuat laki-laki itu terguling ke samping. Cahaya gunakan kesempatan itu sebaik mungkin untuk melarikan diri. “INI CAHAYA KAK, BUKAN ZASKIYA!” bentaknya Ketika ingin meninggalkan tempat tidur dengan cepat Naufal menarik tubuh Cahaya. Cahaya kembali terbaring lalu Naufal menindih tubuhnya, bahkan tidak memberikan space sama sekali. Wajah Naufal terlihat memerah menahan amarah karena mendengar bentakan Cahaya. Ibu jarinya mengelus bibir Cahaya sembari menatapnya tajam. “Aku tidak suka ketika mulut ini membentak!” lirihnya dengan suara serak “Aku juga tidak suka dengan pemberontakan yang kamu lakukan.” ujar Naufal “Hikss,” isak tangis Cahaya “Sadarlah kak, aku bukan Zaskiya melainkan Cahaya!” Naufal mengabaikan perkataan Cahaya. Ia justru semakin mendekatkan wajahnya, dan… Cup Cahaya memalingkan wajahnya ketika Naufal berniat mencium bibirnya, hal tersebut membuat bibir Naufal mengenai pipi Cahaya. Naufal tersenyum smirk. Pemberontakan yang dilakukan Cahaya justru membuatnya merasa tertantang. “Menghindar, hm!” bisik Naufal Naufal menangkup wajah Cahaya dan langsung mencium bibir istrinya. Cahaya tidak bisa melakukan penolakan, bahkan tenaganya tidak sebanding dengan miliki Naufal. “Emhh,” gumam Cahaya sembari memberontak Naufal tersenyum smirk karena Cahaya tidak bisa memberontak. Cengkraman tangan Naufal cukup kuat membuat Cahaya tidak bisa berkutik. Cahaya pasrah di bawah tubuh suaminya. Dan tiba-tiba… Krek Cahaya melebarkan matanya ketika Naufal merobek pakain bagian atas yang ia kenakan. Naufal dengan mudah melakukannya, bahkan satu tangannya masih memegang kedua tangan Cahaya. “Emhh, lewpasin!” berontak Cahaya “Sstt.. jangan berisik, sayang!” ucap Naufal Cup Naufal mencium dagu Cahaya lalu ciumannya turun ke leher jenjangnya yang terlihat cukup jelas akibat pakaiannya yang sobek. “Hiks,” isak tangis Cahaya “Jangan, kak!” lirihnya Ciuman Naufal semakin turun, hal tersebut menimbulkan sensasi aneh di tubuh Cahaya. Sensasi yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Karena sudah tidak sabar Naufal merobek pakaian Cahaya dengan mudah membuat perempuan itu terkejut. Naufal berdecak kagum ketika melihat tubuh istrinya. Cahaya memalingkan wajahnya. Ia mencoba untuk menarik selimut yang ada di dekatnya namun dengan cepat Naufal menghalangi. “Mau apa, hm?” ujar Naufal dengan suara berat “Kak, jangan seperti ini!” Tatapan Naufal membuat Cahaya ketakutan. Tatapan yang tidak pernah Cahaya lihat sebelumnya. Naufal sudah tidak sabar ingin melakukannya, namun ia masih dalam keadaan setengah sadar. “Zaskiya, aku mencintaimu!” ujar Naufal Deg Lagi-lagi pernyataan tersebut membuat d**a Cahaya terasa sesak. Ia ingin lari dari Naufal namun laki-laki itu tidak memberikan dirinya celah sedikitpun. “Kak, ini Cahaya! Cahaya istri Kak Naufal!” “Iya, istriku!” Cup Naufal kembali mencium bibir Cahaya, namun kali ini ciumannya sedikit kasar. Tangan Naufal tidak tinggal diam. Ia menyentuh setiap inci tubuh istrinya, hal itu membuat Cahaya merasakan sensasi luar biasa dalam tubuhnya. “Enghh,” lenguh Cahaya Mendengar suara itu membuat Naufal tersenyum manis. Tangannya bergerak mengelus perut Cahaya dengan lembut, bahkan sesekali mencubitnya pelan. “Kak!” lirihnya “Huhh,” Cahaya menghirup udara sebanyak mungkin ketika Naufal melepas ciumannya. Naufal mencium d**a Cahaya, bahkan meninggalkan bekas kemerahan di sana. "Kak! Enghh,” lenguh Cahaya “Kak, cukup!” ucap Cahaya dengan suara serak “Sstt,” bisik Naufal Tatapan Naufal beralih pada perut rata Cahaya. Ia tersenyum manis, dan… Cup Naufal mencium perut istrinya cukup lama. Ia berharap setelah ini akan tumbuh benihnya di dalam. “Sayang, akan segera tumbuh buah cinta kita di dalam sini!” “Malam panjang yang akan menjadi saksi cinta kita berdua.” bisik Naufal di depan perut istrinya Naufal melepas pakaiannya membuat Cahaya berpaling. Ia belum siap melakukannya, apalagi Naufal dalam keadaan setengah sadar. Naufal menganggap jika dirinya adalah Zaskiya! “Ya Allah, Cahaya serahkan semuanya pada Engkau.” “Jika malam ini benar-benar terjadi semoga setelahnya akan ada hal-hal baik dalam rumah tangga kita.” ucap Cahaya dalam hati Cahaya memejamkan matanya erat ketika Naufal kembali menindih tubuhnya. Naufal mendekatkan wajahnya di telinga sang istri. “Aku mulai, ya!” suaranya terdengar lembut dan berat, hal itu membuat tubuh Cahaya merinding. “Kak, sebaiknya membaca doa terlebih dulu sebelum melakukan hubungan!” ujar Cahaya “—“ namun sayangnya Naufal tidak peduli akan perkataan Cahaya. Dan malam ini terjadilah malam panjang bagi pasangan suami-istri tersebut. Cahaya telah menjadi milik Naufal seutuhnya, dan begitupun dengan sebaliknya. Tetes demi tetes air mata membasahi pipi Cahaya. Ia tidak menyesal memberikan hak’nya pada Naufal, namun yang ia sesali karena Naufal menganggapnya orang lain. Air mata Cahaya menjadi saksi bagaimana sikap Naufal yang sesungguhnya. Ia berdoa keikhlasannya melayani Naufal malam ini akan membuahkan hasil yang indah dalam rumah tangga mereka nantinya. “Huhh,” nafas Naufal terlihat tidak beraturan, bahkan keringat membanjiri tubuhnya. Bruk Naufal menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Cahaya. Ia telah melakukannya berulang kali membuat tubuhnya merasa lelah. Naufal dan Cahaya mengatur nafas, menghirup udara sebanyak mungkin untuk menormalkan nafasnya kembali. Naufal melayangkan ciuman di d**a Cahaya untuk yang terakhir sebelum istirahat. “Kak, berat!” ucap Cahaya “Biarlah seperti ini terlebih dulu! Aku masih nyaman dengan posisi seperti ini.” “Tapi…” “Tidurlah, sebelum aku mengulanginya lagi! Jika hal itu terjadi akan aku pastikan kamu tidak bisa jalan besok pagi.” ancam Naufal Dan seketika Cahaya terdiam setelah mendengar perkataan suaminya. Ia memilih untuk mengalah meskipun hatinya terluka. Bohong jika ia tidak sakit, bahkan sakit yang mungkin saja akan lama untuk sembuh. “Kak, aku harap setelah ini ada hal-hal baik di dalam rumah tangga kita!” batin Cahaya berucap Untuk menyesal sekalipun tidak ada gunanya, semuanya telah terjadi. Lagipula Naufal ada suaminya, dan dia berhak atas dirinya. Tidak kuasa ketika menolak, ia memilih untuk pasrah dan berdoa agar ada kebaikan setelahnya. •••
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD