Bab 10. (21+) Sentuhan Dalam

1603 Words

"Ah... Bumi!" Vanya mengerang keras, kakinya bergerak gelisah di atas kasur, secara tidak sadar melingkari pinggang Bumi yang kokoh. Bumi berpindah ke sisi satunya, memberikan perhatian yang sama adilnya sementara tangannya yang besar merayap turun ke arah pinggul Vanya. Ia membelai permukaan kulit perut Vanya yang rata, lalu terus turun menuju paha bagian dalam. Tekanan jemari Bumi di sana begitu presisi, membuat Vanya merasa seperti tersengat arus listrik yang konstan. "Bumi, jangan... jangan hanya di situ," rintih Vanya, matanya sayu dan berkabut. Keangkuhannya telah menguap sepenuhnya, menyisakan sisi liar yang selama ini ia tekan di balik gaun-gaun mahalnya. Bumi menengadah, menatap wajah Vanya yang berantakan karena gairah. "Kamu ingin lebih?" Tanpa menjawab, Vanya menarik tengk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD