Bab 9. Buat Aku BASAH!

1653 Words

Bumi tidak bisa menahan diri lagi. Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyum tipis yang sangat tulus. Senyum yang membuat matanya yang tajam sedikit menyipit hangat. Vanya yang sedang asyik mengomel tentang cat kamar mandinya yang terlalu putih mendadak berhenti. Ia terpaku melihat senyum itu. Senyum pertama Bumi yang tidak mengandung sarkasme atau kepahitan. "Berhenti tersenyum seperti itu!" seru Vanya, wajahnya mendadak panas. "Kamu terlihat... menyebalkan." "Saya hanya merasa Anda sangat cerewet kalau sedang lapar," balas Bumi santai. Karena gemas dan tak tahan dengan debaran jantungnya yang kian liar, Vanya tiba-tiba menjulurkan tangannya. Dengan gerakan kilat, ia mencubit pipi Bumi yang berahang tegas itu. "Ini hukuman karena berani menertawakanku!" Vanya menarik pipi Bumi cukup

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD