Bab 8. Antara Hutang Dan Hasrat

1763 Words

Bumi memerangkap tubuh Vanya di bawah kungkungannya. Napasnya memburu, terasa panas di permukaan kulit wajah Vanya. Matanya menatap wajah cantik Vanya yang diterangi temaramnya lampu kamar. Ia tidak munafik, Vanya memiliki kecantikan yang membuat pria mana pun lumpuh. Matanya tajam dengan bibir kecil yang menggoda. Meski wajahnya pucat, tak mengurangi kecantikan wanita itu sama sekali. Napas Bumi memburu, tepat saat Bumi hendak menunduk untuk menghapus jarak di antara bibir mereka, ia merasakan tubuh di bawahnya menegang hebat. Jari-jemari Vanya yang tadinya mencengkeram tengkuk Bumi dengan binal, kini beralih menekan d**a pria itu. Bukan untuk menariknya lebih dekat, melainkan untuk mendorongnya menjauh. Bumi membeku. Ia menatap Vanya, matanya yang gelap masih penuh dengan kabut gairah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD