"Mah Rangga mana? Kok dia belum keluar kamar?" tanya Damar yang sudah melihat jam di tangannya menujukkan pukul 07.00 pagi. Amina terdiam sejenak, ia menoleh ke arah kamar Rangga yang berada di atas. "Apa dia masih tidur ya pah? Bentar mama cek dulu di kamar!" Amina langsung melangkahkan kakinya menuju lantai atas. Dia mengetuk pintu kamar Rangga namun tidak ada jawaban sama sekali. Amina membuang nafasnya pelan, sejak semalam Rangga memang terlihat sedikit berbeda. Dia pun merasa bersalah kepada Rangga, karena terus menjodohkannya dengan anak temannya. Tapi maksud Amina itu baik, agar Rangga segera menikah dan melupakan mantan kekasihnya. "Rangga, udah jam 07.00 loh, kamu mau berangkat ke kantor nggak?" tanya Amina dari balik pintu kamar Rangga. Namun tidak ada jawaban sama sekali

