BAB 27

2342 Words

“Sudah sarapan, Nda?” “Belum, Pi. Tadi Nda tidur sepanjang penerbangan. Dikasih makanan sih, ini lagi nyari tempat yang nyaman buat nunggu next flight.” “Baru banget landing?” “Iya, Pi.” Xiamen pagi ini masih diselimuti cahaya lembut menembus kaca-kaca besar bandara. Langitnya tak benar-benar biru, dihiasi garis tipis sorot mentari yang perlahan naik dari balik horizon. Meski begitu, terminal ini sudah sibuk. Roda koper berderak halus di lantai, suara pengumuman berbahasa Mandarin dan Inggris tersiar bergantian. Orang-orang melintas dengan langkah cepat seolah masing-masing punya tujuan yang tak bisa ditunda. “Berapa jam transitnya, Nda?” tanya Papi lagi. “Sekitar enam jam, Pi. Ini mau ke gate selanjutnya, nunggu di sekitar situ aja.” “Oke. Jangan lupa makan, streching juga. Jaga ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD