DELAPAN PULUH SATU

1454 Words

“Niel! NATHA.. Hehehehe, halo Om.” Cengir Rega melihat Hanggono Tirto yang menatap tajam ke arahnya. “Mau jenguk Niel junior, Om.” Ungkapnya, memberitahu alasan mengapa ia bertandang ke kediaman sahabatnya itu. Hang melirik sekilas tiga orang yang berada dibelakang Rega. Mereka semua membawa kotak-kotak hadiah yang tidak dibungkus. “Ya, tapi nggak usah pakai teriak-teriak! Rumah saya bukan hutan belantara!” selorohnya mengomentari aksi anarkis tamu putranya. “Iy—,” “PAPA!! COME HERE, PAPA!!” “MAS HANG!” Dua kali teriakan tersebut menggema, membuat Hanggono dan Rega saling tatap. “Mereka ada di kamar itu,” tunjuk Hanggono pada sebuah pintu yang tertutup. “PAH!” “IYA, MAH! PAPA JALAN KE SANA!” “Yailah! Makanya gue tereak-tereak! Orang semua penghuni rumah ini Tarzan emang!” cerocosny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD