DELAPAN PULUH DUA

1415 Words

Mata Niel perlahan terbuka saat telinganya mendengar tangis Xavier. “Astaga,” desahnya sembari meraup wajah tampannya. Jam masih menunjukkan pukul dua malam dan suara tangis putranya mengalah-ngalahkan dentuman mesin pengeras di kelab malam. “Sayang,” panggil Niel membuat Zeusyu membalikkan tubuhnya. Niel meringis melihat penampakan Zeusyu ditengah lampu tidur yang mereka nyalakan. Istrinya terlihat seperti korban selamat dari kecelakaan. Tak ingin berpangku tangan dalam merawat anak mereka, Niel memilih meninggalkan peraduannya. Ia berjalan menuju tombol sakelar, menyalakan lampu utama di kamar mereka. “Nggak mau minum s**u dia. Padahal udah aku asiin langsung, tetep nggak mau.” Adu Zeusyu. Tampak jelas sekali jika ibu muda itu tengah dilanda frustrasi. “Kept calm. Inget kata Mama ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD