“Niel!” Rega melambaikan tangannya saat Niel keluar dari mobil. “Njir! Melengos!” umpat Zikri pelan karena tak direspon oleh sang sahabat. Anak itu malah menuju sisi mobilnya yang lain. “Hah?” Mulut Jeno, Zikri, Alvian dan Rega terbuka. Mereka membuang rokok yang berada ditangan masing-masing, bergegas meninggalkan kursi yang diduduki. “Seriusan ini?” Zikri menggosok-gosok matanya menggunakan tangan, seolah tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat sekarang. “Kok dia kuliah bawa baby Xav?” beo Rega. Semakin bertambahnya hari, sahabatnya itu semakin aneh. Jarang masuk, sekalinya berangkat, malah sekaligus cosplay menjadi babysitter anaknya. Terhitung sudah setengah tahun sejak kelahiran si kecil. Niel mengurangi banyak kegiatannya di luaran, termasuk jadwal kuliahnya. Sebenarnya hal

