“Bapaknya? Ngumpulin tugas.” “Lah, udah bego! Bareng gue tadi.” “Hah? Sumpah lo?” tuntut Zikri, shock. Kalau sudah kenapa anak itu tidak segera menghampiri putranya coba. Wah, ngajakin perang— batin Zikri. Niel pasti sengaja melakukan ini semua. Menjadikan ia dan teman-temannya sebagai pengasuh anaknya. “Turunnya aja bareng gue. Jalan ke arah kantin tadi anaknya.” Mendengar informasi terpercaya itu, Zikri mengumpat sejadi-jadinya. Seluruh penghuni kebun binatang mulutnya keluarkan. Kakinya melangkah dengan hentakan mantap, menuju ke arah TKP, tempat si bapak durhaka berada. “Kruy! Gue ikut!!” Zikri menghentikan langkahnya, memiringkan tubuh untuk melihat siapa gerangan yang memanggil namanya. “Lo kok bisa ada disini? yang bantuin Jeno, siapa dong?!” “Dari tadi keleus, waktu lo mau d

