Terdapat 2 respon berbeda ketika Niel selesai mengantarkan Zeusyu cek ke dokter kandungan. Pertama, ia sangat bahagia karena Zeusyu benar-benar berbadan dua. Ke dua, ia harus gigit jari karena sang istri untuk sementara waktu tak bisa menunaikan kewajibannya. Demi Darmanto yang selalu setia mengantarkan mereka kemanapun, Niel ingin menangis rasanya. Mereka merupakan pasangan muda yang seharusnya berada pada fase terpanas sepanjang abad. Terhitung baru dua minggu keduanya menikah, tapi kenapa langit sudah mengutuknya?! Sungguh alur hidup yang mengenaskan. Jika dulu ia ingin Zeusyu hamil anaknya agar mereka segera dinikahkan, bisakah kata-kata itu ia telan kembali. Setidaknya sampai ia bisa merasakan malam pertama. Sampai detik ini, ena-ena selepas menikah itu belum kunjung tercapai. Terla

