Zeusyu membuka kelopak matanya ketika merasakan pergerakan disampingnya. Wanita muda yang tengah mengandung itu memutar posisi tidurnya. “Nggak bisa bobok, ya?” tanya-nya lembut sembari mengusap d**a Niel. “Pengen sesuatu?” Niel menggelengkan kepalanya. Ia hanya merasa tidak nyaman. Perutnya terus bergejolak dengan pening menyerangnya. “Aku ambilin sama teh mint yang Mama beliin sore tadi ya?” “Boleh,” jawab Niel lemah. Kehamilan Zeusyu membuatnya tak berdaya. Satu minggu berlalu dan tak ada tanda-tanda gejalanya berkurang. Ia semakin sering muntah-muntah. Nafsu makannya pun tak kunjung membaik sehingga mengurangi timbangan badannya secara drastis. “Sebentar ya.” “Kamu turunnya pelan-pelan ya, Ay,” pesan Niel tak ingin hal buruk menimpa istri kesayangannya. “Iya, Niel.” Niel

