Rega bersembunyi. Sahabat Niel itu berjalan mengendap, mencoba menghindari pasangan muda di hadapannya. Ia masih begitu trauma dengan aksi ngidam tak berotak Niel. Hampir saja dirinya diterbangkan hanya untuk seporsi makanan legendaris khas negara lain. Niel yang ngidam merupakan bencana paling nyata di abad masa kini. Jadi sebisa mungkin ia harus menjaga jarak untuk sementara. Keselamatannya sedang dipertaruhkan. “Kayaknya ada yang ketinggalan di mobil deh. Rokok aku!” Secepat kilat Rega membalikan tubuhnya. Alarm bahaya berkumandang, menyadarkan otaknya agar segera kabur. ‘Run, Bestie! Nanti ke-gap!’ Jerit malaikat penjaga ditubuh Rega. “Mau cabut lo, Reg?!” Kaki Rega terbelit, dalam hitungan detik, anak itu terjerembab ke depan. Bruk!! “Perasaan gue kena sial mulu gara-gara si b

