“Papa, tenapa…” Niel sedang membalurkan lotion UV protection pada salah satu tangan istrinya, ketika kata keramat tersebut keluar dari mulut Xavier. Sungguh, lama-lama Niel trauma dengan awalan kata itu. Otaknya dipaksa berpikir untuk sesuatu yang tak menambah harta kekayaan mereka. “… Onty tuw uman ake empak tayak atuw. Onty-na acih ocil?” Jari telunjuknya mengarah kepada seorang gadis yang mendekati teman-temannya di lapangan bola voli. Niel dan Zeusyu pun mencoba memastikan apa yang anak mereka ucapkan. Kedua bola mata mereka kontan membesar. Apa yang Xavier tanyakan merupakan sebuah kebenaran, dimana ada gadis memakai bikini seksi. “Tok Onty-nya inggi, Api ndak ya?” tanya Xavier penasaran. Mereka sama-sama anak kecil, tapi kenapa tante itu sebesar om Reganya coba. “Num cucuw pa,

