ENAM PULUH

1692 Words

Niel akui, Jeno memanglah seorang panutan sejati. Anak yang terhitung kalem itu bukan hanya hebat soal akademik, tapi juga keuangan pribadinya. Lahir dari keluarga kaya raya tak membuatnya menjadi sosok yang manja, apalagi bergantung dengan harta orang tuanya. Sejak duduk dibangku Sekolah Menengah Atas, Jeno telah membangun bisnis-nya sendiri. Menggeluti dunia F&B alias food and beverage. Sebuah ruko berlantai 2 menjadi bukti akan betapa mandiri-nya Jeno. Niel mendadak malu sendiri. Ia yang telah beristri justru berpangku tangan dengan harta orang tuanya. Sepertinya ia harus mulai merancang masa depan-nya. Ia menginginkan anak, sudah tentu ekonominya juga harus mendukung untuk mewujudkan keinginannya. Terus menerus hidup dari sokongan Hanggono Tirto jelas tidak akan membuatnya mandiri. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD