Niel membuka pintu kamarnya, ia tersenyum kala melihat Zeusyu tengah membaca buku di atas ranjang. Istrinya itu berbaring tengkurap dengan kedua tangan menyangga dagunya. Niel tak sabar ingin membuat Zeusyu bahagia karena izinnya. “Kok udah pulang? Jam kosong ya?” “Siap-Siap yuk,” ajak Niel. Ia mendudukan dirinya dipinggiran ranjang, “sejam lagi kamu ada kelas loh bareng aku, Ay.” Niel memajukan tubuhnya untuk mencuri satu ciuman di bibir Zeusyu. “Malah bengong sih. Mau diena-enain dulu?” Kelakarnya sembari menyentuh hidung Zeusyu dengan colekan jarinya. “Aku nggak mimpi, kan?” “Nggak dong, soalnya ada aku yang ganteng di depan kamu,” balas Niel jenaka. Siapa sangka balasannya itu berbuah adegan manis, dimana Zeusyu bangkit dan melompat ke arahnya. “Sayang kamu,” ucap Zeusyu memelu

