Hari pertemuan antar klan kembali digelar di villa megah milik klan sekutu di utara kota. Alvaro mengenakan setelan gelap dengan dasi perak yang dipilih langsung oleh Arielle pagi tadi. Sementara Arielle sendiri tampil dengan gaun panjang warna merah marun, leher tinggi, dan lengan terbuka yang menampilkan keanggunan sekaligus ketegasan dalam sikapnya. Sejak tiba di ruangan utama, semua mata kembali tertuju pada pasangan itu. Beberapa petinggi klan berbicara pelan, menebar senyum basa-basi, tapi Arielle tahu, banyak dari mereka masih memandangnya sebagai wanita cantik yang kebetulan menjadi istri ketua klan. Belum semua menganggapnya bagian dari sistem. Belum semua benar-benar menerimanya sebagai kekuatan. Namun Arielle tidak sedang mencari pengakuan hari itu. Ia punya agenda yang lebih