Chapter 10

1048 Words

Sienna Halim POV "f*****g hell." Samuel menyorot tubuh basahku dengan iris berkilat. Napasnya memburu, tak jauh beda denganku. Hadir semburat merah di pipi pucat itu, di detik ia menyaksikan kejang tubuhku berkat org*as*me. Jemari itu menggelitik bagian tengah kasur, yang banjir oleh cairan kenikmatanku. Lalu, sentuhannya berhenti di atas perutku. "Apa kau se-lacur itu? Org*as*me berkali-kali hanya dengan vi*br*at*or dan jari. Atau, selama ini kau masih perawan?" Kupandangi dia dalam tatapan lemah, tenagaku habis hanya untuk membantah. Samuel aktif sekali, mengapresiasi karna 'seni'-nya yang masih bercucur hangat. Wajahku, sampai tergolek malu. Kubuang pandanganku ke arah jendela, saat Samuel sibuk memperhatikan lekuk va*gi*naku dari balik cel*ana dal*am yang basah kuyup. 'Kenapa menda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD