BAB 23

1185 Words

Arka berdiri mematung di depan deretan mesin otomatis. Matanya tidak lepas dari ban berjalan yang mengangkut kepingan kaca tipis hasil pemotongan presisi. Suara bising kompresor dan gesekan logam yang memekakkan telinga sama sekali tidak mengganggu fokusnya. Baginya, setiap putaran mesin adalah pembuktian dari riset panjang yang ia pimpin selama berbulan-bulan. Inovasi kaca ultra-tipis ini adalah pertaruhannya. Arka sudah menguji ketahanan materialnya berkali-kali, dan hasilnya jauh melampaui standar pasar. Tim risetnya juga sudah memberikan lampu hijau untuk segera memulai produksi massal. Secara teknis, semuanya sudah sempurna dan siap diluncurkan ke industri. Namun, hambatan besar justru muncul dari ruang kerja direktur utama. Papa Arka menolak mentah-mentah ide tersebut. Beliau menga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD