Saat wajah Robert didekatkan untuk menggertak saja, Elara di luar dugaan malah menempelkan bibirnya pada bibir Robert. Sang pria pun terkesiap hebat. Ingin rasanya menepis atau mundur, tapi sentuhan bibir Elara terasa panas dan mengangumkan. Robert terpaku. Tak lama, Elara lantas melepaskan pertautan itu dan berkata pelan, "kini giliranmu yang berakting, Tuan Winston. Mantan suamiku datang ke arah kita," bisik Elara pelan. Napas aroma mint sukses memanjakan indera penciuman Robert sejenak. Nyatanya, tempelan bibir itu hanyalah bagian sandiwara Elara utuk membuat mantam suaminya cemburu. "Apa-Apaan kau El! Kau berani mencium pria lain padahal baru saja bercerai?!" bentak Casias seraya mendekat. Elara maju di depan Robert. Ia tidak ingin menjadi wanita lemah lagi, yang cintanya bertepuk

