“Ta, ikut aku!” Fadi menarik tangan Yuta sedikit, padahal pesta malam itu belum berakhir. “Mau ke mana?” tanya Yuta curiga. Sikap Fadi terlihat agak berbeda dan pemuda itu tidak berani menatap matanya. “Istirahat.” Sesuai janjinya kepada Lauritz, Fadi akan membawa Yuta ke kamar kakak sepupunya itu. “Kenapa kita malah naik, Di?" Kecurigaan Yuta makin bertambah saat Fadi membawanya keluar dari lift di lantai 20, bukannya menuju basemen. “Kita memang bukan mau ke mobil,” sahut Fadi acuh tak acuh. Seketika itu juga Yuta langsung menghentikan langkahnya. “Kamu mau bawa aku ke mana?” Fadi menarik tangan Yuta lebih kuat. Ketika gadis itu berkeras bertahan, dia menyeretnya dengan kasar. “Kamu bilang kamu capek dan mau istirahat, ‘kan?” “Kamu mau apa, Di?” protes Yuta marah. Dia berusaha mer

