"Bu, tolong bantu saya turunkan barang-barang dari mobil,” pinta Noe saat Nuri menyambut kedatangannya. “Nanti tolong dibawa saja ke kamar sebelah saya." "Baik, Mas." "Kamu tidak keberatan tidur di kamar yang waktu itu pernah kamu tempati?" tanya Noe saat mereka melangkah memasuki rumahnya. "Gapapa, Pak." Raline mungkin memang keras kepala, tetapi dia bukan perempuan rewel, cerewet, dan pilih-pilih dalam banyak hal. Noe mengangguk lega. "Selama di sini, kalau ada apa-apa kamu bisa minta tolong pada Ibu Nuri." "Iya, Pak." "Kalau ingin makan sesuatu juga minta saja sama Ibu Nuri. Beliau akan buatkan untuk kamu. Tenang saja, masakan Ibu Nuri enak, Ral. Beliau pernah bekerja di beberapa restoran saat muda." "Mas, maaf." Nuri tiba-tiba saja menyela pembicaraan Noe. “Ada apa, Bu?” “Bar

