Keheningan kembali menguasai ruang kerja pribadi Praditya setelah Wira keluar dan Amindita memilih untuk beristirahat sejenak di restroom khusus yang tersambung dengan ruangan tersebut. Hanya ada suara petikan jemari Praditya yang mengetuk meja marmer, senada dengan sorot matanya yang tertuju lurus pada layar monitor lipat berteknologi tinggi di hadapannya. Di layar itu, tiga tab surel dari Wira terbuka lebar. Tiga proposal megaproyek pengembangan properti komersial yang akan menentukan arah ekspansi Ararya Group tahun ini. Surel pertama menampilkan dokumen dari Mahardika Land, sebuah nama lama yang bermain aman dengan portofolio yang bisa ditebak. Surel kedua berisi draf konsorsium internal Ararya sendiri, pilihan paling minim risiko namun memiliki proyeksi keuntungan yang stagnan. Dan

