92

1533 Words

Keesokan paginya di kantor pusat Ararya Group, atmosfer profesional kembali menyelimuti Praditya. Setelah malam yang panjang dan penuh gairah bersama istrinya, pria itu kini telah bertransformasi kembali menjadi sosok CEO yang dingin, tegas, dan tak tersentuh. Praditya duduk di balik meja kerja jatinya yang besar, sementara Amindita—yang hari ini menepati janjinya untuk ikut ke kantor—duduk dengan nyaman di sofa kulit yang berada di sudut ruangan, sesekali menyesap s**u khusus ibu hamil yang sudah disiapkan oleh OB atas perintah mutlak Praditya. Pintu ruang kerja diketuk dua kali sebelum Wira, sahabat sekaligus tangan kanan Praditya, melangkah masuk dengan setumpuk berkas tebal di tangannya. "Selamat pagi, Praditya. Selamat pagi, Bu Amindita," sapa Wira dengan membungkuk hormat. "Pagi,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD