30

1490 Words

Harum aroma kayu cendana dan kopi mahal memenuhi ruang kerja pribadi Sena di ELVARÉ Atelier. Ruangan itu mencerminkan kepribadian pemiliknya: artistik, elegan, dan sangat berkelas. Sena duduk di kursi kerjanya yang dilapisi kulit domba, sementara Amindita duduk di hadapannya, menggenggam cangkir teh porselen dengan jemari yang masih sedikit gemetar. Amindita menatap sosok di depannya. Rambut pirang pendek Sena membingkai wajahnya yang proporsional—seorang putri klan Bramasta yang kini menjadi nyonya besar di keluarga Aryasatya. Kecantikan dan kekuasaan yang ia miliki seolah menyatu dengan alami. "Mbak Sena..." suara Amindita memecah keheningan. "Boleh saya bertanya satu hal? Dari mana Mbak tahu... tentang saya dan Mas Pradi? Maksud saya, hubungan kami yang sebenarnya?" Sena meletakkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD