Dapur sederhana di rumah Pak Broto seketika dipenuhi aroma harum bawang merah dan bawang putih yang ditumis. Amindita bergerak lincah di antara meja dapur kayu yang sudah agak tua namun sangat bersih. Ia mengenakan celemek kain, rambutnya diikat asal namun tetap memperlihatkan aura keibuan yang tenang. Ia mulai membersihkan ikan pindang yang baru saja dibeli, membuang bagian kepalanya, lalu menggorengnya hingga sedikit garing namun tetap lembut di dalam. Sambil menunggu ikan matang, ia mengambil beberapa bahan tambahan dari kulkas satu pintu di sudut dapur. "Mas Pradi pasti suka kalau ada sambal korek dan tempe goreng," gumam Amindita pada dirinya sendiri. Ia mengeluarkan papan tempe dan beberapa butir telur. Ia tahu, suaminya yang biasa makan di restoran mewah mungkin akan terkejut den

