Kabar soal lamaran Bian beberapa hari yang lalu sudah tersebar ke sosial media. Bahkan seluruh isi kantor pun tahu berita itu. Hanya saja mereka tidak berani membahas secara terang-terangan mengingat siapa Bian di perusahaan ini. Bukan hanya para karyawan, kabar itupun sudah sampai ke telinga Keyra. Kesal? Sedih? Tidak terima? Sama sekali tidak. Lagipula Keyra sadar diri, dia juga tidak mempunyai perasaan lebih terhadap Bian. Andai tidak terikat perjanjian, dia memilih untuk jauh-jauh daripada terkena masalah. Keyra merasa hidupnya sudah jatuh suram, kalau ditambah masalahnya dengan Bian bisa-bisa kepalanya meledak. "Emang benar lo suka sama pak Bian, Key?" Lamunan Keyra buyar, tatapannya kini tertuju kepada wanita yang duduk tepat di sampingnya. "Kamu bicara apa, Rin? Ya kali aku suka

