Bab 19

1106 Words

Zenia berdiri di depan cermin besar di kamarnya, menatap pantulan dirinya dengan napas panjang. Gaun hitam elegan yang ia kenakan menjuntai sampai ke lantai, dengan potongan leher berbentuk V yang sederhana namun berkelas. Rambutnya disanggul rapi, anting mutiara menggantung manis di telinganya. Ia tampak seperti wanita bangsawan yang matang—anggun, tenang, dan berwibawa. Tapi jauh di dalam hatinya, ada kelelahan yang tidak bisa disembunyikan. Undangan yang datang hari ini bukanlah hal yang menyenangkan. Setiap bulan, selalu ada pesta pertemuan bisnis dari rekan-rekan mendiang Carlo. Biasanya dulu Carlo sendiri yang menghadiri acara seperti ini, dengan genggaman tangan yang menenangkan dan suara rendah yang menenangkan Zenia dari segala rasa canggung. Namun sekarang, semua mata akan tertu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD