Bab 65

2701 Words

Zenia berdiri mematung di depan lahan kosong yang seharusnya sudah dipenuhi rangka baja dan suara mesin. Angin kota Jakarta berembus panas, membawa debu dan bau aspal. Tidak ada aktivitas. Tidak ada pekerja. Tidak ada apa pun selain papan proyek yang catnya mulai terkelupas. “Jadi… benar ya?” suara Zenia bergetar, matanya menatap lurus ke depan. “Uangnya benar-benar dibawa kabur?” Matteo berdiri di sampingnya, rahangnya mengeras. Tangannya mengepal di saku jasnya. “Benar,” jawabnya pelan tapi tegas. “Investor itu menghilang sejak dua minggu lalu. Rekening kosong. Kantornya juga sudah ditinggalkan.” Zenia tertawa kecil. Tawa yang terdengar patah. “Lucu,” katanya lirih. “Setelah semua yang terjadi… kebakaran, sidang, ancaman… sekarang ini.” Ia berbalik menatap Matteo, matanya berkac

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD