Carla merasakan udara dingin dari tangga bawah tanah menyentuh wajahnya ketika ia berhasil membuka kunci sel dengan botol bekas yang entah bagaimana bisa berfungsi. Tangannya gemetar, jantungnya berdetak kencang, tapi senyum lebar muncul di wajahnya—akhirnya kebebasan itu begitu dekat. Setiap langkah menaiki tangga terasa seperti kemenangan, walau tubuhnya lelah dan otot-ototnya berteriak menahan sakit. Ia menahan napas saat sampai di pintu ruang bawah tanah, bersiap melangkah keluar. Cahaya dari lorong atas menyinari langkahnya, membuat bayangan Carla menari di dinding. Kaki-kakinya seakan melayang di udara kebebasan, meski setiap detik rasanya seperti dunia menahan nafasnya. Namun, saat ia mendorong pintu keluar, tubuhnya langsung terdorong mundur oleh tendangan keras Matteo yang datan

