Tiga Puluh Lima*

1719 Words

Ellea terbangun ketika merasakan ranjangnya bergerak, dia menoleh dan melihat Kenzi yang berjingkat naik ke ranjang. “Maaf, kamu jadi bangun. Padahal aku sudah pelan-pelan lho,” ucap Kenzi. “Perempuan itu kalau tidur enggak seratus persen tidur,” ucap Ellea. Kenzi menariknya dalam pelukan. Dia sangat merindukan Ellea setelah berhari merajuk, meninggalkannya seorang diri. “Kamu sudah makan malam?” tanya Kenzi. “Sudah, tadi makan buah.” “Enggak muntah lagi?” “Syukurlah, enggak,” ucap Ellea seraya mendusel ke d**a sang suami. Kenzi menghirup aroma shampo dari rambut Ellea. Ellea mendongak dan Kenzi mengecup bibirnya. Ellea membalas kecupan bibir Kenzi, dia sangat merindukannya. Sempat terbersit Kenzi akan memintanya berpisah sehingga dia tak dapat merasakan sentuhan itu lagi, keh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD