Tiga Puluh Empat

1719 Words

“Mau beli sesuatu?” tanya Kenzi. Ellea menggeleng, dia sama sekali tak melihat ke arah suaminya yang duduk di sampingnya. “Aku minta maaf, aku tahu aku sudah keterlaluan sama kamu,” ucap Kenzi. Saat mendengar kata maaf itu mata Ellea benar-benar tak bisa membendung air yang dia tahannya sejak tadi. Kenzi memberikannya tissue. Ellea menyeka air matanya. “Aku hanya takut. Aku masih trauma, kamu tahu kan Dina meninggal sesaat setelah melahirkan? Aku enggak hanya kehilangan istri, tapi juga anak. Aku hanya takut kamu mengalami hal yang sama,” ucap Kenzi. “Aku akan berumur panjang,” cibir Ellea. Kenzi menahan senyumnya. “Aku selalu berdoa tentang itu setiap harinya,” ucap Kenzi seraya mengusap kepala sang istri. Ellea paling tidak bisa diusap kepalanya seperti ini, atau runtuhlah pertah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD