Keesokan paginya Clarie bangun kesiangan akibat semalam. Beruntung hari ini weekend sehingga dia tidak perlu panik berangkat ke kantor menyiapkan tugas satu hari penuh untuk bosnya. Clarie menggerakkan tangannya ke samping, namun tidak ada Lucas di sana. Dia bangkit terduduk dengan melilitkan selimut pada tubuh polosnya. Sebuah paper bag dengan merek toko pakaian ternama di kota ini tergeletak manis di sebelah ranjang king size milik pria itu. Sebuah kartu ucapan tersangkut di leher paper bag itu. Clarie pun mengambil kartu ucapan itu dan membukanya. “Selamat pagi, Miss Evans. Maaf aku harus pergi, karena ada keperluan mendesak. Aku membelikanmu satu set pakaian, kuharap kau menyukainya.” Lucas. Bibirnya melengkungkan senyum tatkala Clarie membaca pesan dari pria itu. Clarie langsung

