Aku melipat sajadah dan juga mukenah ku, berusaha berdoa agar merasa tenang dan segera di beri jawaban atas segala rasa gundah ku, iya aku melakukan sholat istikharah untuk memantapkan pilihanku untuk segera menceraikan mas Gavin. Setelah itu aku tidur agar besok pagi ketika bertemu dengan mas Gavin, aku akan membicarakan ini padanya. Keesokan hari nya aku menunggu mas Gavin dengan perasaan yang campur aduk, sedih , bimbang , dan juga rasa ingin berpisah benar-benar menyatu menjadi satu. Saat waktu menunjukan pukul dua belas siang, bersamaan dengan hal tersebut mas Gavin datang, membuka pintu,aku dengan harap-harap cemas duduk menunggunya di ruang keluarga. “Kenapa kamu nyuruh aku pulang?” Tanya nya dengan nada bicara yang sangat dingin “Ma