Malik menarik napas pendek, sedikit mengendurkan lengannya yang dirangkul Delphine. “Delphine.” Nadanya datar, dingin, tapi tidak cukup untuk membuat wanita itu melepasnya. “Jadi… kau sedang apa di sini?” Delphine bertanya dengan nada sok akrab, matanya sekilas melirik ke arah Elmira lalu kembali ke Malik. “Jangan bilang kau makan siang sendiri?” Sebelum Malik sempat menjawab, Elmira maju setengah langkah. “Kami baru saja makan,” jawabnya datar, mencoba terdengar tenang meski matanya jelas tak bisa menyembunyikan ketidaksukaannya. Delphine menaikkan alis, tatapannya seperti menilai Elmira dari ujung kepala hingga kaki. “Oh,” gumamnya, senyumnya samar tapi mengandung sindiran halus. “Kau membawa… istrimu.” Malik tidak menanggapi nada itu, hanya berkata singkat, “Benar.” Sejenak suasan

